Magelang, 29 Agustus 2025 — Tim peneliti dari Pusat Studi Green Economy Universitas Tidar bekerja sama dengan Baperida Kabupaten Magelang melaksanakan kegiatan in-depth interview atau wawancara mendalam sebagai bagian dari penelitian inovasi hilirisasi kopi dan integrasi tanaman kemukus dalam sistem agroresti di Desa Banjarsari, Kabupaten Magelang. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari observasi lapangan yang telah dilakukan sebelumnya pada awal Agustus 2025.
Wawancara mendalam dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, seperti petani kopi, pelaku UMKM, pengelola kebun agroresti, dan perangkat desa. Tujuannya adalah untuk memperoleh informasi yang lebih rinci mengenai pelaksanaan sistem agroresti, potensi peningkatan nilai ekonomi, serta peluang pengembangan pariwisata agro di wilayah tersebut.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa integrasi tanaman kemukus dalam sistem agroresti kopi memberikan dampak positif terhadap produktivitas lahan dan keberlanjutan lingkungan. Selain itu, sistem ini berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat melalui hilirisasi produk kopi dan pemanfaatan hasil tanaman kemukus. Tim peneliti juga mencatat adanya peluang besar untuk mengembangkan Desa Banjarsari sebagai destinasi agrowisata yang mengedepankan konsep ekonomi hijau dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Kegiatan ini menjadi tahap penting dalam proses penelitian untuk menyusun model pengembangan ekonomi desa berbasis agroresti yang berkelanjutan. Data yang diperoleh dari wawancara mendalam akan dianalisis lebih lanjut guna menghasilkan rekomendasi strategis bagi peningkatan nilai tambah kopi, optimalisasi pemanfaatan kemukus, serta perencanaan pariwisata agro di Kabupaten Magelang.